Camellia sinensis adalah tanaman
teh, spesies tanaman yang daun dan pucuk daunnya digunakan untuk
membuat teh. Biji Camellia sinensis serta
biji Camellia oleifera dapat
di pres untuk mendapatkan minyak teh, suatu bumbu yang agak manis sekaligus
minyak masak yang berbeda dari minyak pohon teh, suatu minyak
atsiri yang dipakai untuk
tujuan kesehatan dan kecantikan dan berasal dari dedaunan tumbuhan yang berbeda.
tujuan kesehatan dan kecantikan dan berasal dari dedaunan tumbuhan yang berbeda.
Orthosiphon
stamineus (Misai Kucing) atau
dikenal dengan sebutan Teh Jawa adalah sejenis
tradisional ramuan yang banyak tumbuh di daerah tropis. Secara
umum ada dua jenis, Orthosiphon stamineus "ungu"
dan Orthosiphon stamineus "putih" secara tradisional
digunakan untuk mengobati diaetes, ginjal dan kencing manis, tekanan darah
tinggi dan tulang atau nyeri otot.
Pembuatan bir Jawa teh
adalah serupa dengan teh lainnya. Hal ini direndam dalam air panas
mendidih selama sekitar tiga menit, dan madu atau susu kemudian
ditambahkan. Hal ini dapat dengan mudah dibuat seperti kebun teh dari daun
kering.
Strobilanthes Crispus (Keji Beling/sambang darah) atau biasa disebut biasa disebut binalu api
(Melayu). Jawa: remek daging. reundeu beureum (Sunda), sambang geteh,
sarap (Jawa). Lire (Ternate), seringkali dijadikan sebagai tanaman hias atau
terkadang hanya tumbuh liar atau ditanam di halaman.
Sesuai namanya sambang getih (jawa-tambah
darah), tumbuhan ini memiliki khasiat penambah darah, penghenti perdarahan
(hemostatis), peluruh kencing (diuretik). Berdasarjan hasil uji aktivitas
antibakteri fraksi etilasetat daun sambang getih dapat menghambat
Staphylococcus aureus pada kadar 13, 26, 52, 78, dan 104 mg%.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar